MENELUSURI TAPAK-TAPAK CINTA

Judul Buku      : Hap!

Penulis             : Andi Gunawan

Penerbit           : Plotpoint Pubishing, Mei 2014

Tebal Buku      : i+89 Halaman

 

MENELUSURI TAPAK-TAPAK CINTA

“Hap!” Begitulah  titel buku antologi puisi Andi Gunawan. Titel ini penuh provokatif serentak mengundang tanya “ada apa dengannya?” Sungguh merupakan pemilahan yang jeli dan akurat jika penulis menetapkan “Hap!” sebagai judul yang membungkus antologi puisinya. Sebab judul simpel itu sendiri memiliki pesona yang mampu memancing lirikan pembaca untuk “mengobrak-abrik” isi buku tersebut sampai dapat menggenggam makna terdalamnya. Selain itu, di dalam buku tersebut tersedia ruang bagi pembaca untuk menaruh cermin kehidupan cintanya ditemani kata-kata Andi Gunawan. Cermin kehidupan cinta yang ditempatkan pembaca itu paling tidak mampu mengulas dan mengelus kembali misteri dan drama cintanya. Adapun “Hap!” sendiri dapat dianalogikan sebagai katalog kata-kata cinta yang telah dinukilkan oleh Andi Gunawan. Suatu benang bergalur dijulurkan oleh Andi Gunawan dalam bukunya tersebut. Lantas pembaca penaka diintruksikan untuk menarik dan meluruskan benang itu seturut citra cinta yang pernah, sedang, dan akan digelutinya.

Aan Mansyur dalam prolog buku tersebut menyodorkan testimoni berupa kegelisahan sekaligus sukacita Andi Gunawan dalam menekuni misteri cinta dan drama cinta. Aan berseloroh bahwa Andi sedikit-banyak sedang terlibat dalam kombatan cinta tanpa berujung. Ia sedang bergelut dan bergulat untuk memaknai cinta yang belum memadai betul dalam dirinya. Saya berpikir bahwa kata-kata Andi Gunawan sampai mengukir sebuah untaian puisi tidak lebih dari pencerminan realitas dirinya. Ia bercermin dan mencerminkan cinta itu dalam kata-kata yang terkadang agak mumet untuk dicerna, sarat dengan kegelisahan yang malu-malu, ungkapan cinta yang manis, dan humor yang memadai. Tepatlah jika dalam ungkapan Aan Mansyur bahwa sajak-sajak sederhana Andi Gunawan menggudangkan makna yang separuh terkuak dan separuh terkatup. Sebuah absurditas mampu mencirikan rentetan kata-kata puitis dari penyair Andi Gunawan.

Mengutip salah satu puisinya berjudul “Hap!” para pembaca dapat merasakan humor yang penuh ironi. Dalam deretan kata-katanya; Kau patahkan hatiku berkali-kali/ dan aku tak mengapa./ Hatiku ekor cicak, tersaji adegan lucu dan absurd. Puisi tersebut merupakan representasi kekhasan Andi Gunawan untuk meracik kata-kata tanpa bertele-tele. Hal itu tidak berarti kualitas kata-kata yang dikomposisikan di dalamnya kurang mendapat perhatian. Ia sesungguhnya ingin menampilkan makna puisi-puisinya dengan cara yang agak berbeda. Ia juga ingin menuntun pembaca untuk langsung mencicipi nilai-nilai kehidupan yang termuat di dalamnya, meskipun dalam beberapa puisi lainnya tersaji agak panjang.

Jika kita sepakat bahwa cinta merupakan misteri bagi kehidupan manusia, maka dalam buku tersebut kita juga dapat merasakan kemisteriusan cinta itu. Namun, Andi Gunawan tidak menafikan dirinya untuk mencoba menelusuri cinta manusia yang penuh misterius itu. Buktinya dalam antologi puisinya tersebut Andi mampu menunjukkan keberhasilannya untuk melukiskan sebagian deskripsi cinta manusia, meskipun ia menjadikan pengalaman kehidupannya sebagai pintu untuk membuka rahasia cinta manusia.

Pengalaman Andi untuk merasakan teka-teki cinta baik yang terjadi di dalam dirinya maupun di luar dirinya menjadi gambaran bahwa semua manusia memiliki dunia cinta meskipun makna dan kesannya berbeda-beda bagi setiap orang. Andi sendiri dalam bukunya tersebut tidak hanya memandang cinta yang berlaku antarindividu­-meminjam Levinas, antara “aku-engkau”, melainkan juga cinta komunitas, yaitu “aku-kita”. Bahkan selanjutnya Andi juga mencoba menelisik misteri cinta itu dari perspektif orang lain atau sesuatu yang ada di luar dirinya. Dalam beberapa judul puisinya, Andi memposisikan dirinya sebagai perempuan yang diyakini sebagai sosok yang berdiam dalam dirinya.

Demikianlah Andi mengajak para pembaca untuk berada dalam kesunyian sambil berupaya menelusuri jejak-jejak cinta yang melingkupi kehidupan manusia. Dalam suasana yang demikian cinta yang sesungguhnya mampu mengahadirkan makna dan nilai bagi manusia. Untuk mewujudkan hal itu, dunia sunyi puisi merupakan salah satu jalan untuk menguak misteri cinta manusia seperti yang terungkap dalam kata-kata puitis goresan Andi Gunawan. Dan dalam puisi juga para pembaca dapat menerawang kembali ziarah cintanya serentak merefleksikan kedalaman makna dan nilai yang ditelurkannya.***

 

 

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s